Hindari Penelantaran, Jamaah Umrah & Haji Bentuk Koperasi

By Pada : 12 Jan 2016, 09:07:20 WIB, - Kategori : Serba SerbiHindari Penelantaran, Jamaah Umrah & Haji Bentuk Koperasi

Berbagai persoalan yang dihadapi jamaah atau calon jamaah umrah dan haji, membuat terbentuknya Koperasi Umrah dan Haji Indonesia (Kuhindo).

Persoalan tersebut di antaranya, penelantaran yang dilakukan oknum Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) dan Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK) baik yang berizin ataupun tidak.

“Banyak anggota kami di daerah yang mengalami persoalan-persoalan pemberangkatan haji dan umrah. Itu yang mendasari kita di Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin) untuk melahirkan Kuhindo. Insya Allah, kita menjawab itu dengan kita menyiapkan atau memberikan suatu fasilitas dan menjamin keberangkatan mereka,” ujar Ketua Umum Kuhindo HMA Pahlevi Pangerang dalam keterangannya.

Kuhindo kata dia juga mempunyai visi sebagai penggerak ekonomi umat Muslim di Indonesia. “Kami akan menghimpun dana melalui tabungan haji dan umrah ini akan kita gunakan suatu kegiatan usaha yang bermanfaat dan akhirnya mengembalikan manfaat itu kepada anggota. Jadi ini merupakan misi yang ingin kami tawarkan,” terangnya.

Nantinya, kata dia akan banyak PIHK yang akan digandeng agar para Jamaah mempunyai banyak pilihan. "Karena kami sadar, Kuhindo saat ini belum memiliki izin memberangkatkan jamaah, sehingga kita perlu banyak kerjasama dengan PIHK yang ada agar mau bernaung di Kuhindo ini,” ungkapnya.

Pahlevi melanjutkan, Kuhindo mempunyai target 100.000 anggota pada tahun pertama. “Kalau bicara potensi anggota di Dekopin itu tersebar sebanyak 36 juta orang. Tetapi kami tentunya harus realistis dalam menjalankan program ini," sambungnya.

Dia juga mengkritik wacana Kementerian Agama (Kemenag) yang ingin mengambil alih menyelenggarakan umrah. “Saya pikir, lahirnya Kuhindo ini menjawab persoalan itu. Masyarakat terlibat secara langsung baik penyelenggaraan atau pun pelaksanaan kegiatan dari umrah dan haji itu karena ini dimiliki oleh masyarakat," tukasnya.